Jumat, 31 Oktober 2014

Dasar-dasar Audio



AUDIO DASAR No.1: Mengenal Kabel Audio dan Konektornya

Seorang sound enginer yang baik, tidak hanya harus tahu mengoperasikan Software Audionya, tapi juga harus memahami perlengkapan/peralatan fisik audio seperti kabel, mic dan mixer. Tidak hanya itu saja, juga harus bisa men-setting studionya sedemikian rupa seperti tata letak speaker dan peralatan untuk take vocal.

Pada tutorial ini kita terlebih dahulu akan membahas tentang Kabel Audio yang sering kita gunakan serta bagaimana cara menyambung antar jenis kabel audio tersebut. Akan sangat bermanfaat untuk pembaca yang belum tahu tentang kabel audio.

Gambar di atas adalah hanya konektor kabel audio, bukan kabelnya :)

Kabel audio berbeda dengan kabel listrik, karena kabel audio ini berfungsi untuk meng-hantarkan sinyal-sinyal audio ke komputer/software kita. Jernih tidaknya sinyal audio juga tergantung dari pemilihan, sambungan, dan konfigurasi kabel ini.
Ada dua macam kabel:
1.Single Core
2.Double core

1.Single Core
Kabel jenis ini digunakan untuk ‘unbalanced audio’
Bisa dibilang bahwa unbalanced audio adalah sinyal-sinyal audio yang tidak seimbang, banyak noise dan lain sebagainya.
Dengan menggunakan kabel ini untuk 'unbalanced audio' maka kita bisa mendapatkan audio yang optimal.
Gambar 1:

 
 Outer insulation = Karet Kabel
Shield = Serabut
Core = kabel/tembaga
Biasanya untuk kabel jenis seperti ini kita bisa menggunakan core nya sebagai left, sedangkan shield nya sebagai right atau sebaliknya.
Dalam elektronika, core digunakan sebagai +ve dan shield digunakan sebagai –ve ???? luh, apa lagi ini??
ini hanyalah kutup positif dan kutup negatif untuk arus DC.
Positive = positi(ve) = +ve
Negative = negati(ve) = -ve


2.Double Core
Kabel jenis ini digunakan untuk ‘balanced audio’ (lihat penjelasan sebelumnya).
Gambar 2:

Outer insulation = karet kabel
Shield = serabut
Core = kabel/tembaga

Nah, kalo kabel seperti ini core +ve bisa sebagai left, core –ve bisa sebagai right atau sebaliknya sedangkan shield bisa digunakan sebagai ground nya.

Diatas adalah jenis kabelnya, sedangkan untuk konektor kabel audio, terdapat beragam jenis, berikut adalah yang sering kita gunakan:
1.Konektor XLR
2.Konektor jack 6.5 mm, 3.5 mm, 2.5 mm
3.Konektor RCA

Berikut merupakan penjelasan setiap konektor:

1.Konektor XLR
Konektor XLR sering digunakan sebagai colokan untuk kabel mic, dan colokan pada mixer untuk tempat mic.
Gambar 3:

Nah, gambar di atas biasanya kita lihat pada MIC kan? Dan kita bisa lihat pada MIXER kan?? Sebetulnya konektor XLR tidak hanya 3 pin saja, melainkan ada yang 4 pin, 5 pin dan sebagainya. Tetapi secara umum yang sering kita gunakan adalah konektor 3 pin. Setiap pin pasti ada numbernya, coba perhatikan konektor XLR anda yang FEMALE, pasti ada numbernya.
Berikut merupakan penjelasan number dari konektor XLR (3 pin)

Pin 1 = ground = shield
Pin 2 = +ve = (bisa digunakan sebagai left/right)
Pin 3 = -ve = (bisa digunakan sebagai left/right)

Yang lupa tentang +ve dan –ve silahkan lihat penjelasan di atas :)

2.Konektor Jacks 6.5 mm, 3.5 mm, 2.5 mm
Konektor ini biasanya di sebut sebagai ‘Jack’ saja.
Lihat gambar 4:

Nah, kalo gambar di atas sering lihat kan??? Mulai dari jack mixer sampai jack kecil earphone yang sering kita tancapkan di hape :)

Jack ini tergantung ukuran, 6.5mm jack yang sering kita tancapkan di mixer disebut juga dengan 1/4" jack (baca seperempat inchi). Yang 2.5mm biasanya yang kita tancapkan di handphone sebagai konektor ke earphone/headphone.

Jack inipun ada yang mono ada juga yang strereo (lihat gambar di atas). Untuk bagian bagian jack seperti Tip, Ring, Sleeve akan kita bahas pada bagian cara menyambung konektor di bawah artikel ini.

4.Konektor RCA
Konektor ini biasanya digunakan untuk CD-VCD , DVD PLAYER, home stereo, maupun video recorder.
Lihat gambar 5:

Nah, sampai di sini sudah ada gambaran kan tentang konektor dan kabel audio?? Sekarang sebagai seorang sound enginer, kita akan dihadapkan pada permasalahan kecil yang kadang merepotkan juga. Yaitu menyambung kabel antar konektor. Hal ini penting karena di lapangan kita akan sering menjumpai sambung putus kabel karena kurang kesiapan kita menyiapkan kabel – kabel yang dibutuhkan.

Oleh karena ini kita akan membahas juga cara menyambung antar konektor.

A.Menyambung XLR ke Jack 1/4" Mono
Lihat gambar 6:

Kita akan menyambung konektor XLR ke jack 1/4" mono. Bagian bagian Jack mono adalah Tip dan Sleeve. Perhatikan gambar di atas.
Bagian XLR:
*Pin 1 (ground) = warna hitam
*Pin 2 (Left) = warna merah
*Pin 3 (right) = warna biru

Bagian Jack:
*Tip (+ve) = left
*Sleeve (-ve) = Ground , Right

Untuk menyambungkannya, kita gabungkan saja Left ke Tip, Right ke Sleeve, sedangkan ground bisa di hubungkan ke salah satunya, pada gambar ground dihubungkan dengan Right (hitam dengan biru). Lalu bagaimana cara menyambungkannya? Tentu anda dapat menggunakan Solder :)

B.Menyambung XLR ke 1/4” Jack Stereo.
Lihat gambar 7:

Nah, setelah tadi kita membahas sambungan pada Jack Mono, sekarang kita akan membahas tentang Jack Stereo. Perhatikan gambar di atas:
Bagian konektor XLR:
*Pin 1 = Ground = Warna Hitam
*Pin 2 = Left = Warna Merah
*Pin 3 = Right = Warna Biru

Bagian konektor JACK:
*Tip = +ve = sebagai Left
*Ring = -ve = sebagai Right
*Sleeve = Ground

Untuk menyambungkannya, kita dapat menghubungkan pin 1 (ground , hitam) ke sleeve, pin 2 (merah, left) ke tip, dan pin 3 (biru, right) ke sleeve. Untuk menyambungkannya anda dapat menggunakan solder.

C.Menyambung XLR ke 1x RCA.
Lihat gambar 8:

Nah, gambar di atas, kita mencoba menghubungkan XLR ke 1 RCA. Maksud dari 1 RCA ini apa sih?? Maksudnya ya 1 XLR ke 1 RCA :)
Bila kita beli kabelnya kan pasti ada yang 1 konektor jack 1 RCA, ada yang 1 Konektor Jack 2 RCA :)
Yang kita bahas ini adalah yang hanya 1 RCA.
Perhatikan gambar, cara menhubungkannya sama dengan XLR dengan Jack. Bagian RCA pun sama seperti bagian Jack.

D.Menyambung XLR ke 2x RCA.
Lihat gambar 9:

Nah, kalo gambar yang ini kita menghubungkan XLR ke 2 RCA sebagai LEFT dan RIGHT. Perhatikan gambar:
*Pin 1 (ground, hitam) hubungkan paralel ke Sleeve dari masing masing RCA.
*Pin 2 (left, merah) hubungkan ke TIP dari RCA 1.
*Pin 3 (right, biru) hubungkan ke TIP dari RCA 2.
Sekarang tinggal merekatkan dengan solder saja, mudah bukan??

E.Menyambung Stereo Jack ke 2 RCA
Lihat gambar 10:

Gambar di atas adalah cara menyambung konektor JACK dengan konektor RCA. Perhatikan gambar:
*Tip (left, merah) dari Jack dihubungkan ke Tip dari RCA 1
*Ring (right, biru) dari jack dihubungkan ke Tip dari RCA 2
*Sleeve (hitam, ground) dari jack dihubungkan ke Sleeve dari masing masing RCA secara paralel

Mudah bukan??? Demikian penjelasan jenis jenis kabel audio dan cara menyambungnya, mudah mudahan bermanfaat dan jangan lupa bookmark, like, share :)

salam
Referensi: MediaCollege.com

Konektor atau sering disebut jack, pin, spade dan banana  sebagai ujung tombak kabel audio, berperan penting. Semakin baik  bahan konduktor yang digunakan konektor semakin baik pula tingkat efiensi transmisi sinyal audionya. Jenis konektor yang sering digunakan dalam sistim audio adalah  RCA, XLR,Tusuk TOA (Mono/Stereo), Mini (Stereo/Mono), Speakon, SPDIF.

a. RCA     
            Konektor RCA banyak digunakan di  perumahan. Konektor ini tersedia male dan  female. Yang ada di dalam box pesawat adalah female. Hampir setiap peralatan audio visual menggunakan RCA sebagai terminal   outputnya.   Ujung   konektor  sebagai  kutub  positif  sedangkan  sisi luarnya sebagai ground. Dalam kehidupan sehari-hari, konektor ini biasanya berwarna kuning, putih atau hitam dan merah.
  Gambar 2-74 Konektor RCA
b. XLR     
    Konektor XLR biasa disebut juga jack canon. Konektor ini mempunyai 3 kaki, yaitu  kaki 1 untukground, kaki 2 untuk positif dan kaki 3 untuk negative. Konektor ini tersedia male dan female. Yang ada di dalam box pesawat  adalah  female  Untuk  hubungan balance,   ketiga   kaki   tersebut   harus dihubungkan  terpisah,  dengan  kata  lain memakai 3 kabel. Untuk hubungan un-balance, kaki 3 dapat disambungkan dengan kaki 1
Gambar 2-75.Konektor XLR






  
c.Tusuk Toa
Konektor jenis ini mempunyai karakteristik seperti RCA,  hanya saja bentuknya berbeda. Jadi ujung
konektor untuk positif sedangkan lainnya sebagai ground. Konektor ini ada dua jenis, yaitu mono dan stereo

Gambar 2-78. Konektor ¼” unbalance (tusuk toa)

                                                      
d.. Mini Jack
        Mini  jack  sama  dengan  konektor tusuk TOA,  hanya  saja bentuknya lebih kecil atau mini.
Gambar 2-81.


e.Konektor Speakon
Speakon adalah konektor yang  digunakan     untuk koneksi speaker, bentuknya seperti   XLR   tetapi   lebih besar, konektor ini tersedia male dan female.


                                           Gambar 2-82. Cara instalasi konektor speakon

f. SPD
Sony/Philips Digital Interface Format disingkat S/PDIF adalah
     koleksi  perangkat keras  dan  protokol  level  rendah  untuk
     pengiriman sinyal audio digital antara perangkat dan komponen
     stereo. Format ini dikembangkan oleh Sony dan Philips. S/PDIF
     dikenal   sebagai   format   audio   yang   digunakan   untuk
     mengkoneksikan  antar  perangkat  audio  digital  tanpa  harus
     mengkonversikan dulu ke dalam bentuk analog. Konektor ini bias
     berbentuk RCA dan konektor tusuk dengan pin 5 atau 7