Selasa, 10 Desember 2013

sejarah ziarah di indonesia dan hukunya menurut islam



Sunan Ampel adalah orang yang pertama kali di nusantara ini melakukan ziarah ke makam para wali. Yaitu makam kakek dan ayahnya,kemudian makam pamannya. Dalam berziarah, beliau mengajak murid-muridnya. Setelah berziarah beliau menjelaskan manfaat-manfaat ziarah,  yaitu ada tujuh manfaat. 

Bagaimana nasihat  beliau?
ZIARAH wali telah lama di lakukan umat Islam khususnya di tanah Jawa dan umumnya di Indonesia. Pertama kali ziarah dilakukan di makam Syekh Jumadil Kubro, yang berada di troloyo, Trowulan, Mojokerto, dan makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik.
Orang yang pertama kali melakukan ziarah adalah Sunan Ampel yang waktu itu masih tinggal di Bangil. Tiap ziarah di lakukan pada waktu menjelang Ramadan. Ziarah ini dilakukan tiap tahun. Untuk menuju ke dua makam tersebut, yaitu Syekh Jumadil Kubro dan ayahandanya, Asmaraqandi, Sunan Ampel menggunakan kereta bendi yang ditarik kuda.
Ketika berziarah ke makam kakek dan ayahnya, Sunan Ampel disertai murid-muridnya. Jumlahnya mencapai ratusan orang. Usai melakukan ziarah, beliau menjelaskan manfaatnya. Murid-muridnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh sambil menundukkan kepalanya di areal makam.
Sepeninggal Sunan Ampel, murid-muridnya melanjutkan ziarah ke makam-makam para wali yang lebih dahulu meninggaldunia. Ziarah murid-murid Sunan Ampel itu kemudian hari dilanjutkan oleh ummat Islam sekarang ini.

DAWUH SUNAN AMPEL:
Di antara manfaat ziarah yang disampaikan oleh Sunan Ampel adalah, pertama,

  1.  ziarah akan menjadikan seseorang mengenal kematian. Sehingga semasa hidupnya akan selalu ingat kepada Allah dan tidak akan menjalankan maksiat serta berprilaku sombong di muka bumi. Karena pada akhirnya manusia itu tidak berdaya setelah menghadapi maut.
  2. Kedua, sebagai pelajaran sejarah . yaitu meneladani apa yang telah dilakukan para wali dalam menjalankan ibadah kepada Allah dan menyebarkan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat yang masih beragama Hindu dan Buddha. Waktu itu Jawa dalam kekuasaan Kerajaan Majapahit.
  3. Ketiga, do’a di sekitar makam orang-orang saleh atau wali itu memiliki nilai mustajabah atau mudah dikabulkan oleh Allah. Praktik do’a di makam para wali ini pernah dilakukan oleh Syekh Abdulqadir Zaelani, Syekh Jalaluddin Rumi, dan para sufi di masa lampau. Ruh para waliyullah sesungguhnya diberi keistimewaan oleh Allah sehingga bisa pergi kemana-mana, termasuk berwujud manusia sempurna pada suatu waktu. Jga ikut mendo'akan dan mengamini do'a orang-orang yang bertawasul kepadanya
  4. Keempat, memberikan ketenangan hati ketika berada di makam para wali saat berzikir. Sudah ribuan orang merasakan ada ketentraman hati saat berzikir di sekitar makam wali songo. Oleh karena itu, banyak orang yang hampir tiap tahun selalu berziarah ke makam waliullah untuk menenteramkan hati.
  5. Kelima, membangkitkan semangat untuk semakin meningkatkan ketakwaan kepada ALLAH. Cukup banyak orang yang hidupnya penuh dengan dosa. Namun setelah sering berziarah di makam, perilakunya berubah dan menjadi orang yang baik.
  6. Keenam, untuk masa sekarang, manfaat ziarah ke makam wali songo, pertama untuk latihan sebelun keberangkatan ziarah ke tanah suci Makkah dan Madinah. Sehingga nantinya ketika menunaikan ibadah haji atau umrah bisa khusuk dan khidmat
  7. Ketujuh, meningkatkan spiritual. Sehingga tidak akan mengalami kekeringan rohani dalam menjalani kehidupan yang semakin kompleks. Kemudia hidup semakin ceria untuk menatap masa depan yang penuh dengan optimisme.

Zaman dulu, ziarah kubur memang sempat dilarang oleh Nabi Muhammad Saw. karena dianggap bisa mendatangkan kemudaratan. Tapi, kemudian ziarah kubur menjadi diperbolehkan dengan beberapa alasan yang dapat memberikan dampak manfaat bagi umat. Sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Abu Buraidah: “Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka berziarahlah (sekarang), karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan kalian terhadap kematian”.


Hukum Ziarah
Untuk kaum laki-laki, ulama fiqih tidak ada pertentangan mengenai hukumnya, yakni sunnah. Bahkan Ibnu Hazm mengatakan, ‘”Sesungguhnya ziarah kubur itu wajib, meski sekali seumur hidup, karena ada perintahnya.”
Namun, untuk perempuan, ulama fiqih berselisih pendapat.

1. Sunnah Bagi Perempuan, Seperti Halnya Laki-laki
Ini adalah pendapat paling shahih dalam madzhab Hanafi. Dalilnya adalah keumuman nash tentang ziarah. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka ziarahilah (sekarang)! Karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan kalian akan kematian.” (HR Muslim dari Abu Buraidah)
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah bahwa, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendatangi makam syuhada Uhud setiap awal tahun, seraya bersabda, ‘Keselamatan bagi kalian atas kesabaran kalian, sungguh sebaik-baik tepat tinggal terakhir.’”
Namun mereka juga mengatakan bahwa tidak diperbolehkan kaum perempuan berziarah jika untuk mengingat kesedihan, menangis, atau melakukan apa yang biasa dilakukan oleh mereka, dan akan terkena hadits, “Allah melaknat wanita yang sering berziarah kubur.” Namun, jika tujuannya mengambil pelajaran, memohon rahmat Allah tanpa harus menangis, maka diperbolehkan.


2. Makruh Bagi Perempuan
Ini adalah pendapat mayoritas ulama. Sebab asal hukum ziarah mereka itu dilarang, lalu dihapus. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka ziarahilah (sekarang)!”
Sebab dimakruhkannya perempuan untuk ziarah kubur karena mereka sering menangi, berteriak, disebabkan perasaannya lembut, banyak meronta, dan sulit menghadapi musibah. Namun, hal itu tidak sampi diharamkan.
Dalam riwayat Muslim, Ummu Athiyah berkata, “Kami dilarang untuk berziarah kubur, tetapi beliau tidak melarang kami  dengan keras.”
Imam At Tirmidzi meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, “Allah melaknat wanita yang sering berziarah kubur.” (shahih)
Akan tetapi, menurut madzhab Maliki, hal ini berlaku untuk gadis, sedangkan untuk wanita tua yang tidak tertarik lagi dengan laki-laki, maka dihukumi seperti laki-laki.
 

Senin, 09 Desember 2013

Mengatasi Ejakulasi Dini

bagi kawan-kawan yang ada masalah dengan ejakulasi atau kerang tahan lama ni kemarin ku baca-baca buku resep kuno asli jawa mudah-mudahan manjur..... 
  • 1 buah pinnang atau jambe
  • 1 buah Kemiri
  • 3 butir telur ayam kampung
  • 2 sendok madu murni
Cara pembuatannya:

piang dan kemiri di bakar sampai hangus lalu ditumbuk jadi satu sampai halus. telur diambil kuningnya saja lalu dicampur jadi satu bersama madu, pinang dan kemiri tambahkan 1 gelas air panas aduk rata.

pemakaian
diminum sekali habis di pagi hari. lakukan selama seminggu niscaya anda akan kembali jantan dan tahan lama.

Ziarah Sunan Muria

Sunan Muria dilahirkan dengan nama Raden Umar Said atau Raden Said. Menurut beberapa riwayat, dia adalah putra dari Sunan Kalijaga yang menikah dengan Dewi Soejinah, putri Sunan Ngudung. Nama Sunan Muria sendiri diperkirakan berasal dari nama gunung (Gunung muria), yang terletak di sebelah utara kota Kudus, Jawatengah tempat dia dimakamkan
Makam Sunan Muria Berlokasikan di atas sebuah bukit. tempat ini dapat di tempuh dengan mengendarai sepeda motor atau mobil angkutan. sebelum memasuki tempat ziarah terdapat pintu loket wisata dengan konstribusi 1500 rupiah dan parkir 1000. setelah sampai tempat parkir dikarenakan makam berada di bukit maka para peziarah yang hendak berziarah harus menapaki anak tangga sejauh + 1500 meter atau dapat menggunakan jasa OJEK yang seharga 8000. tapi saran saja yang menggunakan jasa OJEK yang takut dengan kebut-kebutan harap siapsiap senam jantung coz ojek yang ada di muria mengendarai sepeda motor seperti orang kesetanan. di tepat yang sempit dan bertebing semua memacu motornya dengan kebut-kebutan. 
setelah sampai atas makam akan terdapat antrean masuk makan sampai terdapat pintu seperti dibawah ini 

Pintu Masuk Makam

 tidak lupa kalau yang sedang punya istri hamil belikan ni buah parijoto. konon buah ini berkhasiat untuk menyuburkan kandungan dan menjadikan anak yang dikandung menjadi ganteng kalau laki-laki dan cantik jelita kalau anak yang dikandung perempuan. harga buah ini sekitar 10.000 rupiah. kegunaan buah ini juga dapat untuk mengobati penyakit maag atau sariawan.
buah ini rasanya asam dan enaknya kalau dibuat rujak.... mau coba? penasaran?
 
Buah Parijoto Khas Muria

Minggu, 01 Desember 2013

Kasiat Hikmah Huruf JAWA

Para penghayat 'Kasunyatan Jawi' meyakini bahwa huruf Jawa yang berjumlah 20 huruf itu sesungguhnya adalah kitab sucinya orang Jawa yang mengandung 'Japa, Mantra, Guna, Sarana, dan Sabda' sekaligus. Urutan hurufnya dari yang pertama (Ha) hingga yang terakhir (Nga), sesungguhnya tidak sekadar mengandung arti sebuah hikayat atau kisah, tetapi lebih dalam dari itu.
Ha Na Ca Ra Ka, yang berarti ada utusan.
Maksudnya adalah utusan hidup, berupa napas yang rnenjadi penanda bagi bersatunya jiwa dan jasad dalam diri manusia. Karena ada utusan (pembawa utusan) berarti ada pula yang mengutus (sang pemberi utusan) dan sesuatu yang dibawa (isi risalah atau utusan).
Da Ta Sa Wa La, artinya saling bertengkar.
Terjadi perselisihan antara utusan dan yang menerima utusan, yaitu dalam hal menafsirk an amanah kehidupan. Pertarungan sengit antara jiwa yang tenang (nafs muthmainnah) dan jiwa yang gelisah (nafs lawwamah). Pada maqam yang lebih tinggi diartikan sebaliknya, yaitu tidak ada perselisihan antara yang mengutus dan yang menerima utusan. Lebih tepatnya
lagi perselisihan yang dimaksud adalah dialog yang akrab.
Pa Dha Ja Ya Nya, artinya sama-sarna jaya atau digdaya.
Keduanya sarna-sama kuat dan tidak ada yang mau mengalah. Pada tingkatan spiritual yang lebih tinggi diartikan sebagai kesetaraan dalam penyatuan, artinya baik yang mengutus maupun yang menerima utusan telah melebur.
Ma Ga Ba Tha Nga, arti yang paling populer adalah sama-sama mati (palastra), drama kehidupan di dunia telah tutup layar. Namun, bagi mereka yang menghayatinya secara Pagedhongan (kalangan terbatas), mengartikan Ma Ga Ba Tha Nga sebagai "Mangga batanga!" (silahkan ditemukan sendiri misterinya).
Sedangkan bagi para penghayat Kejawen di Tenggger menafsirkan huruf Jawa sebagai berikut:
Ha Na Ca Ra Ka, sebagai kirata atau singkatan dari: Hingsun Nitahake Cahya Rasa Karsa (Aku menciptakan Cahaya, Rasa, dan Karsa)
Da Ta Sa Wa La, sebagai kirata atau singkatan dari: Dumadi Tetesing Sarira Wadi Laksana (Menjadi Tetes Badan [air mani] yang mengandung Rahasia Penciptaan alam semesta)
Pa Dha Ja Ya Nya, sebagai Kirata atau singkatan dari: Panca Dhawuh Jagat Yekti Nyawiji (Lima unsur Bersabda, Alam semesta Pasti Menyatu)
Ma Ga Ba Tha Nga, sebagai Kirata atau singkatan dari: Marmane Gayuhen Bali Thukul Ngakasa (Hakikatnya Temukanlah, maka kamu akan Kembali Merdeka).
Ketika susunan aksara Jawa ditukar posisi, ia pun dapat menjadi tuntunan hidup yang kombinasinya bisa tak terhingga. Salah satu misal adalah:
Ha Ma Ca Ja Wa, yang diartikan: Menghayati budaya Jawa,
Sa Nya Ta Da Ya, diartikan: Selamat dari malapetaka,
Ba Tha Ra Ga Na, diartikan: Orang yang arif dan bijaksana akan mampu menghadapi segala rintangan,
Ka La Pa Dha Nga, diartikan: Saat yang telah terang-benderang.
Semua itu merupakan khasanah kebudayaan adiluhung yang dimiliki manusia Jawa. Betapa, Jawa sejak dulu kala telah memiliki satu pandangan hidup dan kebudayaan yang sangat tinggi.
-------------------------------------------------------
Sumber:
Dikutip dari catatan kaki pada hlm.206,
Buku "Puncak Makrifat Jawa" Pengembaraan Batin Ki Ageng Suryomentaram
oleh: Muhaji Fikriono
Cetakan I, Juli 2012

PITUTUR ILMU HIKMAH (Perguruan Silat Mawar Putih)

Dah lama gak buka blok ini pitutur buat yang suka dengan ilmu hikmah
Pada akhirnya setiap orang harus berjalan sendiri,, kemanapun dia belajar,, dipuncak pencarian dia pasti bertemu sunyi,,

Sunyi itu bukan sepi,, sunyi itu melampaui sepi,, sunyi itu lebih riuh dari gaduh,, sunyi itu sahabat sejatimu,, sunyi itu pancer dari dari sedulur papatmu,, sunyi itu menghuni nurani,,

Dalam sunyi kau bisa menemukan semesta tanpa batas,, cakrawala pengetahuan tak terkira,, dan lapisan pemahaman hidup yang makin mendalam...

Disanalah kau bisa bertemu inti hidup,, sehingga pikirmu susah ditipu,, goda yg ada tak menghanyutkan,, sampai kau tahu ruang dan waktu hanya menipu,,